Header Ads

Sejarah Desa

Menurut sumber cerita dari para sesepuh desa, Desa ini dinamakan Desa Tempuran karena di wilayah ini ada pertemuan dua aliran sungai yaitu Sungai Ketonggo dan Sungai Trinil. Pertemuan dua aliran sungai itu biasanya disebut TEMPUK. Di dekat tempukan dua sungai tadi ada pohon besar yang dikeramatkan atau biasa disebut PUNDEN (Pundunge wong ndik biyen).

Di punden itu sering diadakan acara BERSIH DESA atau NYADRAN. Sejak kejadian itu, orang-orang sering menyebut daerah itu dengan nama TEMPUKAN atau TEMPURAN.

Sejak saat itulah daerah di sekitar pertemuan dua sungai tadi disebut DESA TEMPURAN. Berdasarkan riwayat tersebut maka daerah ini dikenal dengan Desa Tempuran sampai sekarang.

No comments